Dampak Makanan Yang Halal Dan Haram
Tafsir kitab al-Minnahussaniyyah
TEKS ARAB
بسم الله الرحمن الرحيم
(و) أحذر أيضا (من اكل غير الحلال) فان أكل غير الحلال يقى القلب ويظلمه ويحجبه عن ذخو ل حضرة الله تعالى ويخلق الثياب. قال الأمام أبو حنيفة رحمه الله تعالى: "لو أن عبدأ عبد الله تعالى حتى صار مثل هذهالسا رية (1 ) ثم انه لم يدر ما يد خل جو فه أحلال أم حرا م ما تقبل منه .. وقال ابوا اسحا ق إبراهيم بن أدهم رهمه الله تعالى: اطيب مطعمك وما عليكربعدرذالك أن لاتصوم النهاو ولاتقوم اليل,,يعن نفعلا. وقال أبو بكر الترمذى رحمه الله تعالى : ما منع القوم من الوصول إلا لاستدلال بغير الدليل, والركض فى الطر يق على حد الشهواة ( 2) , وأكل الحرام والشبهات,,وقال الإمام سهل رحمه الله تعالى: (من لم يكن مطعمه من حلال لم يكشف عن قلبه حجاب وتسارعت اليه العقوباة ولا تنفعه صلاته ولا صيامه ولا صدقته) وقال الإمام سفيان: ,,عليكم بأكل الحلال,,وإياكم وأكل الحرام فإنى كنت وأنا اكل الحلال أقرأ الاية فيفتح لى سبعون بابا من العلم فلما أكلمت من طعام من لايتورع صرت أقرأ الاية وأردد هافلا يفتح لى باب وا حد,,وقال الشيخ على الشاذلى رحمه الله تعالى : ,,من اكل الحلال لان قلبه ورق ونار وقال نومه ولم يحجب عن حضرة الله تعالى,,ومن اكل غير الحلال قسا قلبه وغلظ وأظلم وحجب عن حضرة الله تعالى وكتر نومه, وذلك من جملةرحمه الله تعالى, لآن اكل غير الحلال يحرك الآعضاء للمعاص, فيطلب كل عضو منه أن يعصى فيتفضل الله عليه بانوم لير يحه من المعصى كما أنه يتفضل على الطاثع بأكل الحلال ليقيمه بين يديه ليلا ونهارا,,وقال سيد على الخواص: من أكل الحرام وأطال العبادة فهو كالحمام الذى رقد على بيض فاسد فهو يتعب نفسه فى طول المقام ثم لايفرخ شيْا بل يخرج مذرأ (3 ) ومن مفاسدرأكل الحرام استحالته نار أ فيذهب شجية الفكر,, ولذة الذكر ويحرق نبات اخلاص النبات ويعمى البصيرة ويظلم البصير ويو من الدين والبدن والعقل ويو رث الغفلة والنسيان ويمنع من ذوقان الحكم والمعارف,,وأطال في ذلك. ثم قال : (وبالجملة فجميع المعصى التى يفعلها العبد إنما سبيها أكلا الحرام,, فمن أكل الحرام وطلب أن يعمل الطاعة فقد رام المحال..
______________________________________________________________________________________________________________________________________
TERJEMAHAN
Takutlah juga dari makan yang tidak halal maka sesungguhnya makan yang tidak halal itu dapt mengeraskan hati dan menggelapkan hati dan menghalang-halanginya dari masuk ke hadirat Allah swt dan mengenakan pakaian . iamam abu Hanifah ra berkata sekalipun seorang hamba menyembah Allah ta'ala sehingga dia menjadi seperti tiang ini. Lalu dia tidak mengetahui apakah yang masuk ke perutnya itu halal atau haram maka ibadahnya tidak diterima.
Abu ishak ibrahim bin adaham berkata: "perbaikilah makananmu dan sesuatu atas kamu setelah itu untuk tidak berpuasa di siang hari dan tidak melakukan sholat malam yakni sholat-shalat sunnat, dan berkata Abu Bakar Tirmidzi berkata:' sesuatu yang mencegah kaum dari wusul kecuali menggunakan petunjuk atau dalil, kecuali menggunakan dalil dengan tanpa dalil dan berjalan cepat di jalan atas batasan-batasan syahwat. Dan makan yang haram dan yang subhat'. Imam sahal ra berkata: barang siapa yang makanannya tidak dari yag halal, maka tidak terbukalah hatinya dari hijab dan kepadanya cepat akan mndapatkan siksa dan sholat, puas shodakohnya tidak memberi manfaat kepadanya.
berkata Imam Sufyan: 'wajiblah kepada kamu dengan makanan yang halal dan takutlah kamu dengan makanan yang haram, maka sesungguhnya aku ada dan aku orang yang makan makanan halal, jika aku membaca ayat maka terbukalah untuk aku tujuh puluh pintu dari ilmu, maka ketika aku memakan dari makanan orang yang tidak wara' maka menjadi ketika aku membaca ayat dan aku menolaknya maka tidak terbukalah untukku satu pintupun.
Syaikh Ali Asadili berkata: 'barang siapa yang memakan makanan yang halal maka sesungguhnya hatinya tipis dan bersinar dan sedikit tidurnya dan tidak terhalang dari hadirat Allah taala, dan barang siapa yang makan makan yang tidak halal maka hatinya keras, berat ,gelap,dan terhalang dari hadirat Allah ta'ala dan banyak tidurnya dan demikian itu dari jumlah Rahmat Allah ta'ala, karena sesungguhnya makanan yang tidak halal itu dapat menggerakan anngota badan kepada kemaksiatan dan setiap anggota badan mencari pertanggungan jawab dan Allah memberikan keutamaan kapadanya dengan tidur supaya dia istirahat dari melakukan maksiat sebagaimana allah member keutamaan kepadanya, sebab makan makanan halal supaya dia mendirikan sholat antara kedua tangannya di malam dan siang hari. Sayid Ali alkowas : 'barang siapa makan makanan yang haram dan melalaikan ibadah maka sesungguhnya diahina dan kotor seperti jamban.
_____________________________________________________________________________________________________________________________________________________
PENJELASAN
DAMPAK MAKANAN YANG HALAL DAN HARAM
Amal Ibadah Tidak Diterima Allah
Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda. " Sesungguhnya Allah Maha Baik, tidak menerima kecuali hal yang baik. Dan sesungguhnya Allah memerintahkan kaum mukminin dengan perintah yang diarahkan kepada para rasulNya. Allah Ta'ala berfirman. Ketika orang memakan makanan yang tidak baik maka allah tidak akan menerima ibadahnya.
Doa Tidak Akan Dikabulkan
Apakah anda pernah mengalami, senantiasa ibadah, lalu berdoa meminta ALLOH SWT untuk mengabulkan permintaan-permintaan kita. Namun ternyata tidak ada satupun doa kita yang dikabul?
Jika memang pernah mengalami, maka anda mesti perhatikan lagi makanan (dan minuman) yang anda konsumsi. Karena makanan (dan minuman) haram yang dikonsumsi (dan masuk ke tubuh) kita, akan membuat doa kita tidak terkabul.
Sa'ad bin Abi Waqash bertanya kepada Rasululloh SAW, "Ya Rasululloh, doakan saya kepada Allah agar doa saya terkabul." Rasululloh menjawab, "Wahai Sa'ad, perbaikilan makananmu, maka doamu akan terkabulkan."Rasululloh SAW bersabda, "Seorang lelaki melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut, mukanya berdebu, menengadahkan kedua tangannya ke langit dan mengatakan, "Wahai Rabbku! Wahai Rabbku!" Padahal makanannya haram dan mulutnya disuapkan dengan yang haram, maka bagaimanakah akan diterima doa itu?" (HR Muslim). (HR At-Thabrani).
Maka merujuk pada sabda Nabi tersebut, kita harus senantiasa berhati-hati dengan makanan dan minuman yg kita (dan keluarga) konsumsi.
Mengikis Keimanan
Jika kita pernah melihat seseorang beragama Islam, tapi sering berbuat kejahatan, Bisa jadi yang bersangkutan senantiasa mengonsumsi makanan dan minuman haram.
Rasululloh SAW bersabda, "Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seorang mukmin." (HR Bukhari Muslim).
Hadits di atas memang hanya menjelaskan khamr, namun sebenarnya hal tersebut berlaku untuk semua makanan dan minuman haram.
Menjadi Penghuni Neraka
Kaum Muslim yang mengonsumsi makanan/minuman haram, sudah jelas akan disediakan tempat baginya di neraka kelak.
Rasululloh SAW bersabda, "Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknya." (HR At Tirmidzi).
Jika kita senang mengkonsumsi makan dan minuman yang haram berate sama saja kita dengan memesan tempat di neraka.
Mengeraskan Hati
Apabila seseorang begitu sulit menerima kebenaran, bisa jadi dia adalah pelanggan makanan/minuman haram. Imam Ahmad ra pernah ditanya, apa yang harus dilakukan agar hati mudah menerima kesabaran, maka beliau menjawab, "Dengan memakan makanan halal." (Thabaqat Al Hanabilah : 1/219).
At Tustari, seorang mufassir juga mengatakan, "Barangsiapa ingin disingkapkan tanda-tanda orang yang jujur (shiddiqun), hendaknya tidak makan, kecuali yang halal dan mengamalkan sunnah," (Ar Risalah Al Mustarsyidin : hal 216).
Jadi, anda masih berani mengonsumsi makanan/minuman haram?
Lembutkan Hati
Makanan haram akan mengeraskan hati. Mereka yang mengkonsumsi makanan haram atau dari rezeki yang tidak halal (seperti hasil korupsi dan suap), hatinya akan sulit menerima kebenaran, bahkan hidayah. Hatinya akan keras sekeras batu dan baja, sehingga cahaya kebenaran sulit masuk ke dalam jiwa mereka. Sebaliknya, makanan halal dapat melembutkan hati kita. Imam Ahmad bin Hambal pernah ditanya seseorang. "Apa yang bisa melembutkan hati, Wahai Abu Abdillah?" Sejenak Imam Hambal merenung, lalu menjawab, "Makanan halal".
Hati yang lembut akan memudahkan penerimaannya atas kebenaran Ilahi. Sebaliknya, hati yang keras akan sangat sulit menerima kebenaran Ilahi dan sebaliknya justru mudah menerima kemaksiatan dan kemunkaran. Jadi, makanan haram bukan saja mengeraskan hati, tetapi juga membuat seseorang terhalang kemakbulan doanya kepada Allah SWT. Meski dalam sebuah firman-Nya, Allah menyatakan akan mengabulkan setiap doa hamba-hamba-Nya. Sebaliknya, makanan halal akan melembutkan hati sekaligus menjadikan doa kita makbul, dipenuhi oleh-Nya.
Akibat mencari rezeki yang tidak halal, bahkan sudah terlihat di dunia. Lihat saja, betapa menderita dan terhina para koruptor, makelar kasus, penerima suap, perampok uang rakyat, yang belakangan kerap muncul di media massa. Betapa terhinanya mereka, juga istri, anak, dan kerabat mereka. Itulah hukuman Allah SWT di dunia.
Kita harus berhati-hati dalam mendapatkan harta atau makanan, agar darah-daging kita, juga keluarga kita atau mereka yang kebutuhan hidupnya berada di bawah tanggung jawab kita, terhindar dari barang haram.
Kehalalan sumber, cara, dan penggunaan harus selalu dijaga, agar rezeki yang kita dapatkan mengandung berkah dan menyelamatkan kita dunia-akhirat. Yakinlah, rezeki sudah diatur oleh Allah dan kita tinggal berikhtiar secara baik-baik. Rezeki tidak akan jatuh ke tangan siapa pun jika Allah sudah menakdirkannya untuk kita. Allah SWT pun menjamin, setiap makhluk bernyawa, dibarengi dengan "jatah" rezeki masing-masing. Tugas kita adalah ikhtiar, tawakal, dan doa
Comments
Post a Comment